Jihad Fi Sabilillah Tarekat Qadiriah Melawan Eksploitasi Ekonomi pada Tragedi Cilegon 1888
DOI:
https://doi.org/10.15642/qurthuba.2026.10.1.1-11Keywords:
Banten; Tarekat Qadiriah, Tragedi Berdarah 1888Abstract
Tragedi berdarah di Banten tahun 1888 bukan semata fenomena politik melainkan gerakan keagamaan dalam rangka melawan eksploitasi ekonomi dengan dorongan semangat jihad fi sabilillah. Penelitian kaulitatif ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan sosial-historis untuk menganalisa gerakan Tarekat Qadiriah. Temuan penelitian ini menunjukkan: (1) tragedi berdarah di Banten pada 1888 disebabkan oleh faktor yang kompleks, yaitu semangat keagamaan, krisis ekonomi, inkompetensi pegawai kolonial, dan pajak kapal yang tinggi; (2) krisis multidimensi tersebut menyebabkan ketidakpuasan dan kebencian penduduk desa terhadap penguasa kolonial Belanda; dan (3) tarekat Qadiriah merupakan agen utama perlawanan masyarakat Banten terhadap kolonialisme pada tahun 1888. Temuan penelitian ini memperkaya khazanah sejarah sosial-politik tentang peran agama dalam melawan penjajahan.
Downloads
References
Surat Kabar
Java Bode. Donderdag 26 Juli 1888.
De Locomotief. Maandag, 30 Juli 1888. Het Vederland, Maandag 5 Agustus 1889.
HAAGSCHE COURANT. Woensdag 2 Januari. 1889
Sumatra Courant: Nieuws-en advertententiebland. 19-8-1891
Buku & Artikel
Block, March. The Historian Craft. Mancester: Manchester University Press. 1954.
Breman. Jan Kolonialisme en racism: Een postkoloniale kroniek. Amsterdam: Amsterdam University Press.
Burger, D.H. Sociologisch Economische Geschiedenis van Indonesia. Amsterdam: KIT. 1975.
Doel. Wim van den. Snouck: Het volkomen geleerdenleven van Christiaan Snouck Hurgronje. Amsterdam: Uitgeverij Prometheus. 2021, hlm. 65.
Hagen. Piet. Perang Melawan Penjajah; Dari Hindia Timur hingga NKRI 1510-1975. Depok: Komunitas Bambu. 2022.
Hobsbawm, Eric J., Primitive Rebels: Banditry, Mafia, Millenarians, Anarchists, Sicilian Fasci the City Mob Labour Sects Ritual Sermons & Oaths (London: University of Manchester at The University Press, 1963.
Hurgronje. Snouck Mekka in de tweede helft van de negentiende eeuw; Schetsen uit het dagelijks leven. Amsterdam: Uitgeverij Atlas. 2007.
Kartodirjo. Sartono Pemberontakan Petani Banten 1888. Depok: Komunitas Bambu. 2015. Terkait, perlawanan rakyat pada awal abad ke-19.
Lubis. Nina H. Banten dalam Pergumulan. Jakarta: LP3S. 2003.
Michrob, Halwany. Catatan Masa Lalu Banten. Serang: DISBUDPAR, Cetakan ke-IV. 2011.
Muzhiat. Aris. Gerakan Sosial Masyarakat Banten Abad ke-XIX: Gejolak Ekonomi, Politik dan Agama 1808-1840. Yogyakarta: KBM. 2022.
Norman, Henry David Levyssohn. De Britische Heerschappij over Java en Onderhoorigheden (1811-1816). ‘s Gravenhage: Gebroeders Belinfante, 1857.
S.C.H. Nederbuirgh. Tjilegon-Bantam-Java: Iets over des Javaans lasten en over zijne draagkrack. ‘s Gravenhage: Martinus Nijhoff. 1888.
Sandick. R.A van. Leed en Lief uit Bantam. Amsterdam: C. Shillemans. 1892.
Scott, James C. Moral ekonomi Politik. Jakarta. LP3ES, 1981.
Siregar. Perlindungan. Perjuangan Rakyat Banten melawan Belanda: studi tentang K.H. Wasid. Buletin Al-Turas. Vol. XXII. No.1. Januari 2017, hlm.65.
Till, Margreet van. Batavia bij nacht; Bloei en ondergang van het Indonesisch roverswezen in Batavia en de Ommelanden 1869-1942. Amsterdam: Aksnt, 2006.
Wolf, Eric R. Perang Petani. Yogyakarta: Insit, 2004.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Marsus, Imam Nawawi, Aris Muzhiat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.